Selasa, 16 Oktober 2012

Terapi Akupunktur untuk Rematik



Rematik merupakan suatu istilah yang sudah sangat awam di masyarakat. Tapi barangkali belum banyak orang yang mengetahui apa yang disebut dengan Sindroma Bi itu. Sindroma Bi (Bi zheng) merupakan salah satu istilah TCM (Traditional Chinese Medicine) yang mencakup osteo-arthritis, rheumatoid arthritis, fibrositis, bursitis, myalgia, rematik otot, lumbago dan sciatica. Di dalam buku klasik TCM, Huang Di Nei Jing, yang dikarang di antara sekitar 206 BCE-220 CE, terdapat satu Bab yang khusus membahas Sindomra Bi ini, pada bab tersebut disebutkan : "Yang di sebut dengan Sindroma Bi adalah serangan penyebab penyakit Angin, Dingin dan Lembab"Jadi bisa juga dikatakan penyakit rematik ditimbulkan oleh ketiga faktor penyebab penyakit di atas.
Hubungan antara Sistem Pertahanan Tubuh dengan Bi-rematik adalah sangat dekat. Dalam buku Diskusi mengenai sumber semua penyakit yang dikarang pada tahun 610 disebutkan "Sindroma Bi disebabkan oleh kombinasi antara serangan angin, dingin dan lembab sehingga timbul bengkak dan rasa sakit. Penyakit ini timbul karena kondisi tubuh lemah sehingga ruang di antara kulit dan otot terbuka, alhasil patogen angin menyusup ke dalam."Bisa disimpulkan kekuatan relatif antara faktor penyebab penyakit dengan sistem kekebalan tubuh merupakan unsur penting terjadinya Sindroma Bi-rematik. Hal ini bisa menjelaskan mengapa pada kondisi cuaca yang sama, sebagian orang menderita penyakit rematik dan sebagian lainnya tidak. Penyakit ini timbul apabila sistem pertahanan tubuh relatif lebih lemah dibanding dengan faktor penyebab penyakit. Beberapa dokter menganggap "angin" sebagai penyebab penyakit merupakan perubahan cuaca dan ketidakmampuan tubuh beradaptasi terhadapnya.
Manifestasi dari Sindroma Bi adalah rasa sakit, kaku atau baal pada otot, tendon-tendon, tulang belulang dan persendian. Penyakit ini menyerang tubuh bagian luar, bukan organ dalam. Kondisi ini sangat kerap dijumpai di klinik akupunktur, pertama karena Bi-rematik merupakan suatu penyakit yang sering terjadi terutama di daerah lembab, kedua karena hasil terapi dari akupunktur sangat memuaskan.

Selain karena paparan pada kondisi cuaca yang tidak bersahabat, sindroma Bi-rematik bisa juga ditimbulkan oleh kondisi lain, misalnya kerap duduk di tempat lembab, berendam di dalam air atau hidup di daerah yang lembab. Walaupun faktor cuaca merupakan faktor penyebab sindroma Bi-rematik, faktor-faktor lain juga turut memberikan pengaruh. Yang pertama adalah aktifitas olah raga atau kerja yang berlebihan. Aerobik atau jogging yang berlebihan misalnya, dapat melukai punggung sehingga menyebabkan rasa sakit di daerah itu. Gerakan yang berulang-ulang dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu juga bisa menjadi penyebab Bi-rematik. Gerakan yang berulang-ulang bisa menyebabkan ketidak lancaran qi dan darah pada daerah tersebut, sehingga menyebabkan daerah yang bersangkutan cenderung gampang terserang faktor penyebab penyakit dari luar. Contoh kasusnya adalah Ibu Imas, seorang tukang rujak di Bandung. Gerakan tangan secara berulang ketika mempersiapkan bahan bumbunya menyebabkan beliau menderita sakit di pergelangan tangannya. Atau gerakan membanting stir berulang-ulang, seorang supir truk gede antar kota seperti bapak Agus, merupakan salah satu penyebab yang membawanya ke klinik akupunktur. Faktor lain yang menyebabkan Bi-rematik adalah Defisiensi darah maupun Yin. Defisiensi darah maupun Yin menyebabkan meridian tubuh tidak ternutrisi dengan baik sehingga gampang terserang faktor penyebab penyakit dari luar. Kondisi ini sering ditemukan pada orang tua atau pada orang yang mengalami pendarahan akibat kecelakaan atau akibat volume menstruasi yang berlebihan. Dalam pengobatan selain mengusir angin, dingin dan lembab, juga perlu menutrisi Darah dan Yin. Trauma (keseleo, luka memar, dll) juga merupakan penyebab dari Bi-rematik. Kecelakaan menyebabkan ketidak lancaran qi (lebih ringan) atau ketidak lancaran darah (lebih berat) pada daerah yang terkena. Walaupun kadang kelihatan sudah sembuh sempurna setelah kecelakaan, ketidak lancaran darah bisa terjadi di daerah tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa sering munculnya nyeri Bi-rematik pada daerah tersebut pada saat terjadi perubahan cuaca, misalnya pada saat turun hujan. Berdasarkan pengalaman, akupunktur sangat efektif untuk kondisi ini. Yang terakhir adalah faktor emosi, emosi marah dan benci bisa menyebabkan ketidaklancaran qi, Emosi sedih, duka cita, atau terkejut juga bisa menyebabkan kekurangan qi dan darah sehingga menyebabkan meridian kekurangan nutrisi.

Penggolongan Sindroma Bi di bagi menjadi :

1. Bi bergerak (Bi angin)Disebabkan oleh patogen angin, cirinya rasa sakit pada otot dan sendi, keterbatasan gerakan, dengan rasa sakit yang berpindah dari satu sendi ke sendi yang lainnya.
2. Bi Menetap (Bi lembab)Disebabkan oleh patogen angin, cirinya rasa sakit dan linu serta bengkak pada otot dan sendi dengan perasaan berat dan baal di anggota gerak tubuh, tempat sakitnya menetap pada satu tempat dan diperparah oleh cuaca lembab.
3. Bi Nyeri (Bi dingin)Disebabkan oleh patogen dingin, cirinya rasa sakit yang sangat berat pada sendi atau otot diikuti keterbatasan gerakan, biasanya hanya satu sisi.
4. Bi PanasMerupakan perkembangan dari ketiga jenis Bi-rematik di atas. Cirinya rasa sakit dan panas pada sendi ketika diraba, merah dan bengkak pada persendian diikuti keterbatasan gerakan dan rasa sakit yang sangat berat. Kasus akut bisa timbul haus dan demam yang tidak turun walaupun berkeringat.

Prognosis dan Pencegahan

Akupunktur efektif dalam pengobatan rematik baik yang bersifat akut maupun kronis. Kasus akut hanya memerlukan beberapa kali pengobatan saja. Namum kebanyakan pasien yang berobat adalah orang lanjut usia dengan kondisi penyakit yang sangat kronis. Kasus-kasus ini bisa diterapi secara berhasil juga, tetapi semakin lama penyakitnya yang sudah diderita, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhannya.
Osteoarthritis lebih gampang diobati dibanding rhemathoid arthritis, tetapi apabila deformitas tulang sudah terjadi pada Osteoarthritis, pengobatannya bisa sangat lama. Dan adakalanya perlu mengabungkan terapi herbal digabung bersamaan dengan terapi akupunktur, terutama untuk kasus yang sudah kronis.

Dua hal penting yang perlu dicermati dalam pencegahan Bi-rematik adalah olah raga dan Diet.
Olah ragaOlah raga yang teratur dan cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mobilitas tubuh. Olah raga yang teratur menstimulasi sirkulasi Qi dan Darah, dan menjaga otot tetap flexibel sehingga bisa mencegah serangan faktor penyebab penyakit dari luar. Olah raga yang baik antar lain jalan kaki dan bersepeda.

Prinsip Diet ala TCM
- Untuk Bi-Rematik tipe Dingin adalah penting untuk tidak banyak mengkonsumsi makanan yang bersifat dingin seperti sayuran mentah dan buah yang bersifat dingin. Juga tidak baik mengkonsumsi minuman es. Hal ini disebabkan makanan atau minuman yang bersifat dingin menghasilkan Patogen Dingin yang bisa memperparah rasa sakit pada persendian. Makanan yang bermanfaat adalah makanan yang memiliki sifat energi hangat seperti daging (dengan jumlah wajar/moderat), jahe, telur, bawang putih dan rempah-rempah (dengan jumlah wajar/moderat). Khususnya jahe, sifatnya hangat dan bisa merangsang sirkulasi serta mengusir patogen dingin. Godog 3 iris jahe segar selama 10 menit dan dicampur dengan satu sendok gula merah (yang memiliki energi hangat juga) akan membantu orang dengan keluhan Bi-Rematik tipe Dingin ini. Sejumlah kecil minuman beralkohol (dalam bentuk wine, brandy, cognac atau arak beras), sekitar 5-15 ml sehari, juga bermanfaat. Khasiat akan lebih baik jika minuman ini direndam terlebih dahulu dengan sejumlah herbal pengusir Angin-Lembab.

- Untuk Penderita Bi-Rematik Tipe Lembab, sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang bisa menghasilkan Lembab, misalnya susu, mentega, es krim, kacang tanah, pisang dan gorengan.

- Penderita Bi-Rematik Tipe Angin sebaiknya tidak mengkonsumsi "makanan pemicu" seperti udang, lobster, bayam, rhubarb dan jamur. Lebih baik mengkonsumsi makanan yang bisa memperkuat darah seperti ayam, sup ayam, nasi dan wortel.

- Penderita Bi-Rematik TIpe Panas tentu saja tidak mengkonsumsi makanan bersifat hangat seperti binatang buruan, daging kambing, daging sapi, alkohol, bawang putih, jahe dan rempah-rempah.

Untuk tipe rematik mana saja, penderita sebaiknya menghindari makanan yang rasanya asam karena bisa menganggu fungsi "Hati" dan memperparah rasa sakit. Makanan tersebut antara lain yoghurt, cuka, oranges, buah anggur, gooseberries dan acar.

Disarikan dari berbagai sumber