Jumat, 10 Juli 2015

Petai Cina bisa Atasi Kencing Manis

Petai cina (Leucaena leucocephala) adalah tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar. Daunnya majemuk terurai dalam tangkai berbilah ganda. Bunganya yang berjambul warna putih sering disebut cengkaruk. Buahnya mirip dengan buah petai (Parkia speciosa) tetapi ukurannya jauh lebih kecil dan berpenampang lebih tipis. Buah petai cina termasuk buah polong, berisi biji-bibji kecil yang jumlahnya cukup banyak.

Petai cina oleh para petani di pedesaan sering ditanam sebagai tanaman pagar, pupuk hijau dan segalanya. Petai cina cocok hidup di dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Petai cina di Indonesia hampir musnah setelah terserang hama wereng. Pengembangbiakannya selain dengan penyebaran biji yang sudah tua juga dapat dilakukan dengan cara stek batang.

Ramuan 1 : Kencing Manis (diabetes melitus)

Bahan :
Biji petai cina kering (sudah tua)                 secukupnya
Air bersih (yang panas)                                1 gelas

Cara Membuat :
Sangrai biji petai cina yang sudah tua dan kering, kemudian ditumbuk halus. Selanjutnya biji petai cina yang sudah ditumbuk, diayak. Ambil hasil ayakan biji petai cina sebanyak satu sendok makan dan campur dengan satu gelas air panas.
Aturan Minum :
1 x sehari sebalum makan pagi, diminum airnya satu gelas. Lakukan setiap hari. Untuk memastikan ramuan ini efektif atau tidak setiap minggu di cek kadar gula darahnya.

Ramuan 2 : Cacingan

Bahan :
Biji petai cina kering (yang tua)                   secukupnya
Air panas                                                      1 gelas

Cara Membuat :
biji petai cina disangrai kemudian ditumbuk halus dan diayak. Ambil 2 sendok makan bubuk petai cina dan seduh dengan 1 gelas air panas tunggu sampai air terasa hangat.

Aturan Minum :
1 x sehari diminum selagi masih hangat. Ramuan ini diulang sampai sembuh.

Ramuan 3 : Obat Luka Baru

Bahan :
Daun petai cina                                                 secukupnya

Cara Membuat :
Tumbuk halus daun petai cina secukupnya lalu ditempelkan pada luka.

Aturan Pakai :
2 x sehari (pagi dan sore) ditempelkan pada luka, dibalut dengan kain bersih

Ramuan 4 : Disentri

Bahan :
Biji petai cina                                                    2 sendok makan
Krokot                                                               1 genggam
Air bersih                                                          4 gelas

Cara Membuat :
Biji petai cina dan krokot dicuci bersih kemudian masukkan dalam periuk tanah. Tambahkan air sebanyak 4 gelas dan panaskan di atas kompor dengan api sedang dan tunggu airnya sampai mendidih dan airnya tinggal 2 gelas. Anggakat periuknya dari kompor dan tunggu sampai airnya dingin kemudian disaring.

Aturan Minum :
3 x sehari  diminum airnya masing-masing ½ gelas. Diulang sampai sembuh

Lengkuas dan Manfaatnya bagi Kesehatan



Lengkuas (Langkuas galangan L) merupakan salah satu bumbu dapur yang dapat membuat lezat masakan. Lengkuas atau laos dalam bahasa jawa atau laja dalam bahasa sunda memiliki berbagai khasiat luar biasa. Lengkuas terdiri dari dua jenis, yaitu lengkuas yang berimpang putih dan merah. Rimpang merah ditengarai memiliki khasiat obat yang lebih baik.

Lengkuas merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup didaerah daratan tinggi maupun daratan rendah. Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran buah masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaat lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang dan dicelupkan begitu saja kedalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurata K Schum.

Senin, 09 Maret 2015

Randu dapat Menyembuhkan Batuk


Khasiat Daun Randu Untuk Kesehatan - Tanaman Randu ( ceiba pentandra ) memiliki ciri berbentuk pohon dengan tinggi hingga 30 m, tegak, bulat, hijau kecokelatan. Daun majemuk, bulat, anak daun lanset, pangkal tumpul, ujung runcing, tepi rata, panjang 5-16 cm, lebar 2-3 cm, pertulangan menyirip, bertangkai panjang, ,hijau. Bunga majeuk, bentuk lonceng, di ketiak daun atau ujung batang, kelopak bentuk lonceng, bagian pangkal berlekatan, hijau keputih-putihan, kepala sari berlekuk, tangkai putik bentuk benang, putih kekuningan, mahkota bulat telur, panjang 2,5-4 cm, pangkalnya menyatu. Buah bulat panjang sampai lanset, panjang 7,5-15 cm, masih muda hijau, setelah tua cokelat. Biji bulat, keras, hitam. Akar tunggang, bulat, bercabang, cokelat muda.

Kapuk randu merupakan tanaman tropis yang diklaim berasal dari daratan bagian utara Amrika Selatan, Amerika tengah, dan Karibia. Tanaman ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia, dan di Indonesia, terutama dapat Anda jumpai di pulau Jawa, hingga tanaman ini juga akram dengan nama Kapok Jawa. Pada umumnya tanaman ini di budidayakan guna diambil buahnya saja, dan digunakan sebagai bahan untuk membuat bantal dan kasur, dan untuk yang lain-lainnya.

Rabu, 18 Februari 2015

Atasi Jerawat dengan Bunga Pukul Empat Sore



Bunga pukul empat memang memiliki banyak khasiat dan manfaat, namun wanita hamil dilarang menggunakan ramuan dari herbal ini karena bisa berpengaruh buruk terhadap perkembangan janin.

Bunga Pukul Empat, flora yang merupakan identitas Propinsi Lampung ini sebenarnya bukan bunga asli Indonesia, melainkan dari Meksiko. Bunga pukul pmpat atau four o’clock plant biasa disebut pula Bunga Asar, disebut sebagai bunga pukul empat atau bunga asar karena memang jenis bunga ini biasa mekar di sekitar jam 4 sore hari.

Petai Cina Obati Kencing Manis

Beragam suku dan bahasa menjadikan banyak sekali penyebutan nama terhadap tumbuhan ini. Lamtoro, petai cina, pete china, peuteuy selong, kemlandingan, kamalandingan atau melandingan dan mungkin masih banyak lagi. Petai cina adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae (=Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun dimasukkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan, dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Oleh sebab itu agaknya, maka tanaman ini di Malaysia dinamai petai jawa. (wikipedia).

Petai cina mengandung kalsium, lemak, fosfor, zat besi, protein serta vitamin A, B1 dan C. Sementara bijinya mengandung mimosin, leukanin, protein dan leukanol. Efek farmakologisnya memiliki rasa agak pahit dan bersifat netral.

Rabu, 04 Februari 2015

Sukun dapat Obati Sakit Jantung

Tanpa kita sadari ternyata selain buah sukun, daun sukun juga dapat kita konsumsi sekaligus memberikan khasiat daun sukun yang bermanfaat untuk tubuh kita, ini dilihat dari banyaknya berbagai kandungan dalam daun sukun seperti, karbohidrat, protein, lemak, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Selain itu dalam daun sukun juga terdapat kandungan mineral seperti kalsium, fosfor dan juga zat besi.
 
Daun sukun juga mengandung asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia seperti histidine, isoleusin, lysine, methionin, tryptophan dan juga valin. Tidak hanya itu, dalam daun sukun juga terdapat kandungan lainnya seperti, hidrosianat, asetilcolin, tannin dan juga riboflavin. Dilihat dari kandungan dalam daun sukun sangat banyak dan bermanfaat, tentu saja khasiat daun sukun pun akan kita dapatkan.

Lalu apa saja sebenarnya khasiat daun sukun yang sangat baik tersebut? Berikut adalah beberapa khasiat dan manfaat daun sukun yang sangat baik untuk tubuh kita :

Talas Bermanfaat Obati Radang Ginjal dan Diare



Tumbuhan yang dianggap remeh ini ternyata kaya manfaat. Manfaat umbi talas antara lain untuk mengobati sembelit, sedang batang lompongnya banyak digunakan untuk menangkal alegi susu.

Daun talas atau dalam bahasa Jawa dikenal sebagai lumbu ini adalah bahan pangan yang enak diolah menjadi buntil. Di daerah Muntilan atau Magelang, buntil daun lumbu lebih banyak disukai dibanding buntil daun pepaya. Di Indonesia, talas sebagian besar tumbuh secara liar. Sangat sedikit petani yang membudidayakan tanaman ini. Padahal, menilik hasil penelitian beberapa pusat penelitian herbal, tumbuhan ini kaya akan manfaat obat. Ahli farmasi dan tumbuhan obat, Drs. Suhardjono, Apt., M.Si., mengatakan bahwa daun talas bermanfaat karena beberapa kandungan kimia yang terdapat dalam tumbuhan ini. Diantaranya polifenol dan sapotin.